RANCANG BANGUN QUADCOPTER BERBASIS WAYPOINT UNTUK PEMETAAN WILAYAH
Pemetaan wilayah menggunakan drone merupakan salah satu teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengambilan data spasial. Penggunaan sistem navigasi otomatis berbasis waypoint memungkinkan drone melakukan penerbangan secara terarah sesuai titik koordinat yang telah ditentukan sehingga proses pemetaan dapat dilakukan secara lebih efektif. Selain itu, sistem telemetri diperlukan untuk memantau kondisi dan posisi drone selama penerbangan secara real-time dari ground station. Oleh karena itu, dikembangkan sistem quadcopter berbasis navigasi GPS waypoint yang dilengkapi dengan komunikasi telemetri LoRa untuk mendukung pemetaan wilayah secara otomatis. Sistem ini dirancang menggunakan flight controller Pixhawk, GPS Neo-M8N, Raspberry Pi, modul telemetri LoRa LR24-F, motor BLDC, ESC, serta perangkat lunak Mission Planner sebagai ground control station. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor GPS memiliki rata-rata error posisi sebesar 0,34 meter, sedangkan sensor barometer memiliki error sekitar 1,96% dengan selisih ketinggian rata-rata 0,59 meter. Pengujian navigasi waypoint pada jarak target 150 meter yang dilakukan sebanyak lima kali percobaan menunjukkan tingkat keberhasilan mencapai waypoint sebesar 100% dengan nilai error posisi 1,5?2,6 meter dan rata-rata ?2,06 meter, serta waktu tempuh rata-rata sekitar 28 detik. Sistem telemetri LoRa mampu mempertahankan komunikasi hingga jarak 1,5 km pada kondisi line-of-sight dengan delay 80?290 ms dan packet loss 1,5?20,9%. Berdasarkan hasil tersebut, sistem quadcopter yang dikembangkan mampu melakukan penerbangan otomatis dengan akurasi dan kestabilan yang baik sehingga dapat mendukung proses pemetaan wilayah.
Detail Information
Citation
Helfy Susilawati, M.T. (2026).
RANCANG BANGUN QUADCOPTER BERBASIS WAYPOINT UNTUK PEMETAAN WILAYAH().Garut: